Disuatu hari seorang sahabat berjalan mendekatiku, kami duduk berdampingan sambil menikmati senja yg mulai perlahan turun selimuti kota suci makkah. Tak lama kemudian kami berbincang ttg kehidupan masing2. kemudian dia bertanya...kenapa kamu memilih istrimu ?tidak memilih ibu atau anakmu..bukankah mereka adalah orang yg paling dekat denganmu, ibu adalah orang yg melahirkanmu dan anak adalah darah dagingmu..terus istri bisa dicari lagi kan?"
Aku hanya diam dan mencoba tuk menghela nafas. Kemudian ku berkata lirih: "Seiring waktu berlalu, orang tua ku harus pergi & meninggalkan diriku demikian juga anak-anak ku, jika mereka sudah dewasa mereka akan menikah dan mempunyai kehidupannya sendiri. Artinya mereka akan meninggalkan diriku juga.
Akhirnya orang yang benar-2 bisa menemani ku dalam hidup ini, bahkan yang dengan sabar dan setia mendampingi dan mensupport ku saat tertatih dan terseok-2 berjalan menghadapi himpitan kehidupan adalah dia...istriku. Orang tua dan anak2 ku juga bagian penting dlm hidupku, namun mereka juga tak akan selamanya berada disisiku, mereka adalah anugerah terindah dari Allah utk diriku dan karenanya aku sangat bersyukur sekali atas karunia itu. Namun istri adalah pilihanku, dirikulah yang memilihnya dari sekian milyaran wanita yang ada di dunia yang pada akhirnya dialah yg akan mendampingi diri ku hingga akhir hayat.
Senin, 24 Agustus 2015
Saat Ku Memilih Dia
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar