Jumat, 28 Agustus 2015

100 ribu dan Harga Diri



Suatu hari di dalam sebuah ruang kelas seorang guru mengangkat uang 100 ribu rupiah didepan murid-muridnya.
Lalu ia bertanya,” Siapa yang mau uang ini?”. Sontak semua muridnya mengangkat kedua tangannya tanda bahwa mereka benar-benar menginginkan uang tersebut.

Kemudian sang guru meremas-remas uang tersebut dengan kedua tangannya lalu bertanya kembali pada muri-muridnya, “ masih adakah yang menginginkan uang ini lagi?” sambil kembali menunjukkan uang tersebut dalam keadaan kusut. Dan kembali para murid-murid mengangkat tangannya.

Selanjutnya ia melempar uang tersebut ke lantai, menginjak-nginjak dengan sepatunya hingga menjadi lebih kotor dan semakin kusut, setelah benar-benar kusut,kotor dan berdebu, ia ambil dan menunjukkan kondisi uang tersebut, kemudian sekali lagi ia menawarkan pada murid-muridnya. “Sekarang siapa yang mau uang ini?”, semua muridnya serentak masih mengangkat tangannya kembali bahwa semua tetap menginginkan uang tersebut.

“ Inilah pelajaran kita hari ini. Betapapun kita berusaha merubah bentuk uang ini, itu  tidak akan merubah nilainya. Biar dia kotor, kusut atau berdebu…nilainya tetap 100 ribu, tak berkurang sama sekali. Hal ini sama dengan diri kita, bagaimanapun kita dilecehkan, dihinakan, dinistakan bahkan direndahkan, di fitnah, ingatlah nilai hakiki kita tidak akan pernah tersentuh, tidak akan pernah berubah sedikitpun. Saat itu terjadi, kita tetap berdiri kokoh.  Kita tetap kuat dan tegar bagaikan gunung".

Namun saat diri kita kehilangan kepercayaan diri maka detik itupula kita akan kehilangan segalanya, yaitu hilangnya harga diri dan nilai hakiki kita.
Jangan pernah malu belajar dan memperbaiki diri dari mana saja, jika itu membawa nilai kebaikan. Karena pengalaman dan kehidupan adalah guru terbaik kita.
Untuk itu, apapun usaha kita, cita-cita kita, tetaplah selalu yakin dan percaya akan kemampuan diri sendiri, karena dia akan menuntun kepada kesuksesan, jangan pernah menyerah akan suatu keadaan. Tetap terus berjuang demi suatu keyakinan karena itulah
nilai hakiki kita.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar